Minggu, 25 Oktober 2009

Belum Selesai

“Kakak… belutnya kabur lagiiii… Susah banget sih megangnya. Meuni leu’eur pisan ,” gerutu Malik, adikku yang masih berusia 5 tahun itu.
“Haduh..haduh…,” aku segera berlari berjingkat-jingkat mengejar belut hasil tangkapanku yang terlepas dari genggaman Malik.
Dan, hup! KENA!!! Aku berhasil menangkap belut itu lagi. Kugenggam erat-erat moncong belut itu.
“Sayang atuh Malik kalo kabur lagi. Ini belutnya lumayan besar.” Aku mengangkat belut itu tinggi-tinggi. Belut itu menggelepar-gelepar dalam genggamanku. Malik melihatnya takjub. Aku sangat suka sekali memandangi bulat bola matanya saat dia seperti itu.
“Cepetan masukin belutnya ke ember, A’! Biar Malik yang bawa embernya ntar.” Kata Malik mengembangkan rasa bangga dalam dadaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu
Link To Me
Nasihat / Comment
Jejak Komentar
EDIT TAB 5
   Koridor Silaturahim Kaukaba Zone