Antara tunangan dan menikah hanya beda selangkah, itu sama halnya kita merentangkan tali yang siap disimpul, untuk saling mengikat kebebasan masing-masing.
Tapi apalah daya, merekalah satu-satunya orangtua yang kumiliki. Dan alangkah berdosanya , jika aku tak mengabulkan permintaannya. Karena baru hanya seujung kuku baktiku padanya. Mungkin dengan ini aku dapat menunjukkan rasa baktiku pada mereka.
Semua pasti ada hikmahnya. Aku telah mantap dengan segala resiko. Selama bapak Mamah di sisi, tak perlu ada yang ditakuti. Selama mereka merestui, tak perlu kuminta doa seribu wali....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar